Suap Rp 150 Juta, Dijamin Langsung Jadi PNS
Semakin amburadul saja sistem pemerintahan di Indonesia. Pasalnya kini untuk menjadi PNS tak perlu lagi ilmu hanya butuh uang Rp 150 juta untuk suap.
Fakta menyedihkan itupun diungkapkan oleh Wakil Ketua Tim Independen Komite Reformasi Birokrasi Sofian Effendi, dengan alasan ini pulalah mengapa kewenangan penerimaan PNS dari pejabat tertinggi di suatu daerah kini dicabut.
Berikut Foto Ilustrasi Penyumpahan Anggota PNS :

Ilustrasi penyumpahan anggota PNS @kendari-kotaku.blogspot.com
Sofian sendiri tak menampik jika di semua lini formasi PNS selama ini diperjualbelikan. Kebanyakan praktik ini ialah untuk menutupi biaya kampanye menjadi kepala daerah.
Ia memberikan contoh, dalam satu kabupaten kepala daerah meminta tambahan 2.000 pegawai, dan rata-rata pejabat daerah mematok suap Rp150 juta per orang agar diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Maka hanya dalam satu periode saja dana kampanye sudah terbayar. Sementara tahun berikutnya uang suap digunakan untuk keuntungannya pribadi, kelompok ataupun golongan.
“Jadi apa yang dia keluarkan sebagai bupati sudah terbayar di situ. Ini yang saya namakan ATM kepala daerah.” katanya, Rabu (13/2/2013) seperti dilansir Okezone.
Sofian menjelaskan, dengan adanya Rancangan Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) maka pemerintah pusat akan memberikan kewenangan penerimaan PNS pada sekretaris daerah di tingkat provinsi dan kabupaten kota dan sekretaris kementerian untuk tingkat pemerintah pusat.
Dan hal ini diklaimnya mampu menghapus praktek suap, apalagi di RUU ASN juga akan membentuk komisi aparatur sipil negara yang akan mengawasi kinerja semua birokrat dan juga birokrasinya.
Demikian artikel mengenai Suap Rp 150 Juta, Dijamin Langsung Jadi PNS semoga bermanfaat.
